Sabtu, 16 November 2013

Bulan Bakti Karang Taruna Tingkat Kab.Bandung 2013 di Desa Panyadap Kec.Solokanjeruk

SOLOKANJERUK - Karang Taruna Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2013  pada tanggal  10 - 13 Oktober 2013 di Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk. Kegiatan yang dibuka resmi oleh Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH., S.IP, dan dihadiri oleh pembina funsional dan Pembina Teknis SKPD Kab.Bandung diikuti oleh hampir 500 peserta dari Karang Taruna Desa/Kelurahan dan Kecamatan bersama-sama dengan Masyarakat Desa Panyadap. 
Kegiatan ini mengambil tema "Menumbuhkembangkan Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial Generasi Muda untuk Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa" yang diisi dengan berbagai kegiatan sosial anatara lain Pengerukan Sungai, Pelaburan Masjid, Pelaburan Kantor RW, Pelaburan Posyandu, Pelaburan Poskamling, Perbaikan MCK, Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, Pengaspalan Jalan Desa, Penyuluhan Narkoba dan HIV-AIDS, Penyuluhan Tiga Ancaman Kenakalan Remaja, Pelayan Terpadu, Lomba mewarnai bagi PAUD, Malam Apresiasi Seni dan Pojok Si Cepot. (JN)


 

Rabu, 02 Oktober 2013

Janji Pengurus Karang Taruna

JANJI PENGURUS 

KARANG TARUNA ..................................................................
DESA/KEL./KEC. ...............................................
MASA BAKTI ...........................

  

 Demi Allah saya berjanji:

  1. Akan melaksanakan tugas dan kewajiban saya sebagai Pengurus Karang Taruna ............................... dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.
  2. Taat pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga Karang Taruna serta ketentuan-ketentuan organisasi yang berlaku lainnya.
  3. Setia dan teguh pada amanah Temu Karya.
  4. Memegang teguh rahasia jabatan dan bersedia mempertanggungjawabkan jabatan saya tersebut secara moral maupun organisasional.

Dasa Sakti Karang Taruna

Dengan didasari oleh sejarah kelahirannya yang begitu mengakar ditengah-tengah masyarakat dalam prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda, serta dengan filosofi gerakan sosial kemasyarakatan yang memposisikannya menjadi pilar utama pembangunan kesejahteraan sosial, maka sebagai organisasi sosial wadah pembinaan generasi muda, Karang Taruna memiliki komitmen yang menjadi prinsip dasar sekaligus kode etik yang harus dijunjung tinggi oleh setiap kader, aktivis serta pengurusnya dan dipahami betul oleh warganya dalam bentuk DASA SAKTI KARANG TARUNA (10 Kesaktian/Keistimewaan/Kode Etik/Prinsip Dasar Karang Taruna), yakni sebagai berikut:


DASA SAKTI KARANG TARUNA
  1. KARANG TARUNA BERWATAK SOSIAL YANG MENJADIKANNYA SEBAGAI SATU-SATUNYA ORGANISASI SOSIAL WADAH PENGEMBANGAN GENERASI MUDA.
  2. KARANG TARUNA BERKEDUDUKAN DI DESA/KELURAHAN, YANG MEMPOSISIKANNYA SEBAGAI ORGANISASI YANG PALING MENGAKAR.
  3. KARANG TARUNA BERSIFAT LOKAL YANG DILANDASI OLEH NILAI-NILAI KEARIFAN BUDAYA SETEMPAT, PENGETAHUAN SERTA KESADARAN DAN TANGGUNGJAWAB SOSIALNYA TERHADAP WILAYAH LOKALNYA.
  4. KARANG TARUNA BERBENTUK OTONOM DALAM ARTI BERKAPASITAS MENYELENGGARAKAN KEGIATAN KESEJAHTERAAN SOSIAL UNTUK MASYARAKATNYA TANPA INTERVENSI DARI PIHAK MANAPUN.
  5. KARANG TARUNA BERSIFAT NON-PARTISAN (INDEPENDEN) TERUTAMA DALAM PENDIRIAN POLITIKNYA YANG HANYA UNTUK KEPENTINGAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT.
  6. SUMBERDAYA MANUSIA KARANG TARUNA ADALAH PEJUANG YANG DENGAN PENGETAHUANNYA DAN INTEGRITAS KEPRIBADIANNYA SELALU MELAHIRKAN KARYA NYATA BAGI MASYARAKATNYA.
  7. TUGAS POKOK KARANG TARUNA ADALAH SEBAGAI KOMPONEN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PERMASALAHAN SOSIAL DAN PENGEMBANGAN POTENSI SOSIAL-EKONOMI DALAM KERANGKA PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL.
  8. KARANG TARUNA MEMILIKI WARGA TERBESAR DITANAH AIR DENGAN KEANGGOTAAN YANG BERSIFAT TERBUKA BAGI SELURUH WARGA MASYARAKAT TANPA MEMANDANG JENIS KELAMIN, STATUS SOSIAL EKONOMI, AGAMA, SUKU DAN PENDIRIAN POLITIK.
  9. PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN KARANG TARUNA DISELENGGARAKAN MELALUI JEJARING KEPENGURUSAN MULAI TINGKAT NASIONAL HINGGA KECAMATAN YANG BERSIFAT HORISONTAL.
  10. KARANG TARUNA ADALAH KOMPONEN UTAMA BANGSA DALAM PENGEMBANGAN KEMITRAAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN SEBAGAI PEREKAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA.

Mars Karang Taruna

Lambang Karang Taruna

Dalam rangka membina rasa persatuan dan kesatuan serta kesetiakawanan sosial antar Karang Taruna di seluruh Indonesia, maka Karang Taruna dapat memiliki identitas sesuai dengan surat Keputusan Menteri Sosial R.I. Nomor : 77/HUK/KEP/VII/2010 tentang Lambang Karang Taruna, sebagai berikut:


Lambang Karang Taruna mengandung unsur-unsur sekuntum bunga teratai yang mulai mekar, dua helai pita terpampang dibagian atas dan bawah, sebuah lingkaran, dengan bunga Teratai Mekar sebagai latar belakang.

Lambang KT digunakan dalam bentuk :

  1. Badge yang ditempelkan pada lengan baju/jaket bagian atas sebelah kiri.
  2. Lencana, yang dipasang diatas kantong sebelah kiri dan atau pada sisi depan/tengah topi lapangan.
  3. Lain-lain yang dirasa perlu.

Keseluruhan lambang tersebut mengandung makna :
1.     Bunga Teratai yang mulai mekar melambangkan unsur remaja yang dijiwai semangat kemasyarakatan (sosial).

2.     Empat helai Daun Bunga dibagian bawah, melambangkan keempat fungsi Karang Taruna yaitu:
a.    Memupuk kreativitas untuk belajar bertanggung jawab;
b.    Membina kegiatan-kegiatan sosial, rekreatif, edukatif, ekonomis produktif, dan kegiatan lainnya yang praktis;
c.    Mengembangkan dan mewujudkan harapan serta cita-cita anak dan remaja melalui bimbingan interaksi yang dilaksanakan baik secara individual maupun   kelompok;
d.    Menanamkan pengertian, kesadaran dan memasyarakatkan penghayatan dan pengamalan Pancasila.

3.     Tujuh helai Daun Bunga bagian atas melambangkan Tujuh unsur kepribadian yang harus dimiliki oleh anak dan remaja:
a.    Taat: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b.    Tanggap: Penuh perhatian dan peka terhadap masalah;
c.    Tanggon: Kuat, daya tahan fisik dan mental;
d.    Tandas: Tegas, pasti, tidak ragu, teguh pendirian;
e.    Tangkas: Sigap, gesit, cepat bergerak, dinamis;
f.     Terampil: Mampu berkreasi dan berkarya praktis;
g.    Tulus: Sederhana, ikhlas, rela memberi, jujur.

4.     Pita dibagian bawah bertuliskan Karang Taruna mengandung arti:
a.    Karang = pekarangan, halaman, atau tempat;
b.    Taruna = remaja
          Secara keseluruhan berarti tempat atau Wadah Pembinaan Remaja.

5.     Pita dibagian atas bertuliskan ADITYA KARYA MAHATVA YODHA yang berarti:
a.    ADITYA     : Cerdas, penuh pengalaman.
b.    KARYA      : Pekerjaan.
c.    MAHATVA : Terhormat, berbudi luhur.
d. YODHA  : Pejuang, patriot. 
Secara keseluruhan berarti Pejuang yang berkepribadian, berpengetahuan dan terampil.

6.     Lingkaran menggambarkan sebuah tameng, sebagai lambang Ketahanan Nasional.

7.  Bunga Teratai yang mekar berdaun lima helai melambangkan lingkungan kehidupan masyarakat yang sejahtera merata berlandaskan Pancasila.

8.     Arti warna:
a. Putih: Kesucian, tidak tercela, tidak ternoda.
b. Merah: Keberanian, sabar, tenang, dan dapat mengendalikan diri, tekad pantang mundur.
c. Kuning: Keagungan atas keluhuran budi pekerti.